SALAM HANGAT »TheKiFOT« “Kesuksesan ataupun kegagalan masa depan Anda tergantung dari keputusan Anda saat ini, Di mana ada kemauan dan keberanian untuk memutuskan, di situlah kesuksesan menanti Anda. Tapi yakinlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulainya”.

" KISAH NYATA ! " AKIBAT SOMBONG MATI PUN TAK ADA YANG MAU MENSHALATI

Kisah ini dikisahkan oleh seorang ustadz yang bernama Masduki.
Tokoh dalam kisah ini adalah seorang tetangganya. Demi menjaga aib keluarga, maka nama tokoh dan daerah tempat tinggal kami samarkan.

Harianto (45), ia dikenal sebagai seorang preman di kampungnya di daerah Indramayu, Jawa Barat. Ia di kenal sangat sombong dan kas
ar, jangankan sama orang lain dengan istrinya saja ia suka memukul, terutama kepada istri tuanya.
Harianto memang punya dua istri. Untuk menikahi istri mudanya ini, Harianto melakukannya secara diam-diam. Dan ia lebih suka tinggal bersama istri mudanya dari pada dengan istri tuanya.
Rumah istri pertama Harianto, bersebelahan dengan masjid. Namun ia tak pernah mau ke mesjid. Kalau pun pernah, hanya bisa dihitung dengan jari.

Pada suatu hari, harianto terlibat percekcokan dengan tetangganya. Masalahnya hanya karena sebuah pohon. Pohon ini akan di tebang olehnya, dikarenakan pohon ini mengganggu pemandangan rumahnya. Walaupun sebenarnya pohon ini tumbuh di pinggir jalan. Seorang warga yang melihat aksi dari Harianto, menegurnya untuk tidak menebang pohon itu. Karena merasa pohon ini banyak manfaatnya. Namun apa mau di kata, Harianto tetap menebang pohon itu. Warga hanya bisa mengelus dada, mereka sadar, siapa yang mereka hadapi. Seorang yang kepala batu.

Kejadian penebangan pohon telah berlalu, namun sikap dan sifat Harianto belum berubah.
Kali ini ia bertengkar hebat dengan istri tuanya. Karena ia merasa suaminya tidak adil. Ia selalu mendapatkan nafkah materi yang sedikit, dari pada istri muda. Para tetangga yang mendengar keributan ini, sudah maklum. Karena kerap terjadi. Demikian juga dengan anak semata wayangnya Muhaimin(19). Ia merasa pusing dan dendam, melihat ibunya setiap hari di marahi ayahnya. Muhaimin tak dapat lagi menahan emosinya. Di ambilnya sebilah pisau dapur, dan dihujamkan ke tubuh ayahnya berkali-kali. Kemudian Muhaimin melarikan diri. Namun telah tertangkap oleh pihak berwajib. Warga yang mengetahui peristiwa ini. Seperti acuh tak acuh, hampir 2 jam,mayat Harianto di biarkan tergelatak, warga tak ada yang mau mengurus. Sampai akhirnya Mamat seorang yang pernah terlibat pertengkaran masalah penebangan pohon merasa iba. Ia mengurus jenazah Harianto. Mulai dari memandikan, mengkafani, dishalati, menggotong keranda. Sampai menguburkan. Dan itu hanya di lakukan berdua.
Begitulah kisah nyata Islami, akibat sombong matipun tak ada yang menshalati.
Di Waktu hidup tak ada yang mau mendekati. Mati pun tak ada yang mau mengurusnya. Semoga kisah ini menjadi cermin bagi kita semua.


Artikel Terkait:

SEMOGA BERMANFAAT, SALAM THEKIFOT
TERIMAKASIH SOBAT SUDAH MAU MAMPIR KE BLOG TheKiFOT, Silahkan Jika Ada Artikel Yang Bagus di Blog Ini Saya Izinkan Untuk "Mengcopy,Paste" Dengan Syarat Sertakan Seumbernya Yang Lengkap., Hormat Saya »TheKiFOT« Pemilik Tunggal Blog Ini.Terimakasih.
oncopy="return false;"